Suatu ketika, hidup seorang raja yang bijaksana. Ia memiliki seorang putri yang cantik jelita. Sudah saatnya bagi putri itu untuk menikah. Tapi, raja masih bingung. Ia ingin menikahkan putrinya dengan pangeran yang jujur.
“Aku ingin putriku mendapatkan pangeran yang jujur sehingga kelak pangeran itu bisa menggantikanku menjadi raja. Penduduk di negeri ini pun akan tetap hidup makmur” ucap raja kepada pengawal.
“Saya mempunyai ide, Baginda Raja. Kita adakan sayembara kejuiuran. Barang siapa yang dapat memenuhi sayembara kejujuran itu, dialah yang menjadi suami sang putri," saran pengawal.
Raja setuju. la pun menyuruh pengawal untuk menyebarkan sayembara ke penjuru negeri dan ke kerajaan-kerajaan lainnya.
Hari pelaksanaan sayembara pun tiba. Semua pangeran dan pemuda yang ingin mengikuti sayembara, telah berkumpul di halaman istana.
“Sayembara ini diadakan untuk mencari suami bagi putriku. Selain itu, suami putriku kelak akan menggantikanku menjadi raja,” ucap raja.
Semua yang datang bersorak senang.
“Barang siapa bisa membawakan satu ember air laut yang rasanya tawar, maka dialah yang menjadi juara dan berhak menikahi putriku,” seru raja, memulai sayembara.
Rupanya, pilihan raja tepat. Pangeran itu menikah dengan sang putri, dan ia mampu membuat negeri menjadi semakin makmur.
Kejujuran itu selalu membawa berkah, mesti terkadang sulit untuk berkata jujur. Kawan, selalu berkata jujur, ya.
